Perhitungan Pencatatan Persediaan Dengan Métré Rata-Rata (Déménagement) Metode Rata-Rata (Déménagement Avarage). Metode ini beranggapan, bahwa setiap terjadinya perubahan jumlah persédée barang, baik karena pembélien maupun karena adanya penjualan yang dilakukan oleh perusahaan, sisa persédée barang yang masih ada segera diambil nilai rata-ratanya. Nilai rata-rata barang yang masih ada diperoleh dengan jalan membagi jumlah nilai persédée barang yang masih ada dengan jumlah satuan barang yang bersangkutan. Dengan demikian, hargou pokok barang yang dijual, dinilai berdasarkan harga rata-rata barang itu. 1. Persediaan Awal. 100 satuan Rp 9, - 2. Pembélien. 100 satuan Rp12, - 3. Pembélien. 100 satuan Rp11,25 4. Penjualandipakai. 100 satuan 5. Penjualandipakai. 100 satuan Penghitungan harga pokok penjualan dan nilai persédée dengan menggunakan cara Rata-Rata misalnya sebagai berikut: Harga barang-barang mengalami perubahan harga dari waktu ke waktu. Kecenderungan umum adalah harga naik karena adanya inflasi. Tetapi pada beberapa jenis barang seperti handphone dan ordinateur portable justru mengalami penurunan harga dikarenakan perkembangan teknologi atau pun keluarnya modèle-modèle baru. Dari sudut pandang akuntansi, perubahan harga ini akan berpengaruh terhadap nilai persediaan barang dagang yang tercantum de Neraca dan harga pokok barang terjual (HPP) de Laporan Laba Rugi. Idealnya, nilai persediaan dan harga pokok barang terjual diidentifikasi satu-satu sehingga diperoleh hasil yang akurat. Tetapi kelemahan dari cara perhitungan idéal ini adalah perlunya waktu dan usaha yang banyak, apalagi bila item barangnya berjumlah ribuan dan nilai par article barangnya kecil. Bisa-bisa yang terjadi adala biaya pencatatan lebih besar dari marge penjualan produknya (padahal seharusnya: avantage sur le coût). Sehingga disimpulkan metode identifikasi satu-satu cenderung tidak efisien untuk dilakukan kecuali didukung dengan sistem teknologi informasi yang mumpuni. Metode identifikasi satu-satu hanya cocok untuk barang-barang yang nilainya besar dan jumlahnya sedikit. Contohnya: rumah, mobil, pesawat. Dalam prakteknya, metode penilaian yangumum digunakan ada 3, yaitu FIFO, LIFO dan rata-rata. Perusahaan boleh memilih salah satunya, asta diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Pada akhirnya ketika semua barang sudah habis terjual, ketiga metode tersebut akan menghasilkan nilai biaya pokok pénjualan (HPP) yang sama. 1. Premier entré premier sorti (FIFO) masuk pertama keluar pertama Métro FIFO atau Masuk Pertama Keluar Pertama mendasarkan pada asumsi bahwa barang yang terjual lebih dulu adalah barang yang dibeli lebih awal. Ketika kecenderungan harga adalah naik seiring, waktu, maka, metode, FIFO, menghasilkan, nilai, persediaan, yang, lebih, besar, dan, nilai, HPP, yang, lebih, kecil. Dan sebaliknya. 2. Last In First Out (LIFO) masuk terakhir keluar pertama Métro LIFO atau Masuk Pertama Keluar Terakhir adalah kebalikan dari metode FIFO yaitu bahwa barang yang terjual lebih dulu adalah barang yang terakhir masuk dalam persediaan barang dagang. Il n'y a pas de mots-clés trouvés dans ce document. Dalam hal ini metode LIFO lebih konservatif daripada FIFO. 3. Moyenne mobile en rata-rata bergerak Moyenne mobile Metode atau rata-rata bergerak adala metode tengah-tengah antara FIFO dan LIFO. (Pseudonyme de jumlah persediaan awal jumlah pembelian). Les clients ayant acheté cet article ont également acheté: denver harga yang berbeda. Nilai HPP dari barang yang terjual dihitung sebesar jumlah unité terjual dikalikan harga pokok rata-rata pada saat terjadi penjualan. Nilai persediaan sebesar jumlah persédée akhir dikalikan harga pokok rata-rata yang terakhir. Gambaran lebih jelasnya bisa dilihat dalam contoh Date de lancement: 1 Janvier 2013 - Saldo awal persediaan 100 unité dengan harga Rp.50.000, - par unité. 3 janv. 2013 - Penjualan 75 unités. 5 Januari 2013 - Pembelian 50 unités, harga Rp.55.000, - 14 Januari 2013 - Pengelian 30 unités 21 Januari 2013 - Pembelian 75 unités, harga Rp.59.000, - 23 Januari 2013 - Pembelian 25 unités, harga Rp.63.000, - 25 Januari 2013 - Penjualan 50 unités 29 janv. 2013 - Penjualan 15 unités Berdasarkan contoh transaksi selama bulan Janvier 2013 tersebut, terlihat di bawah ina bahwa metode penilaian persediaan yang berbeda akan menghasilkan nilai persediaan dan HPP yang berbeda. TAWARAN KAMI Fournisseur de: Journaux et périodiques (sauf les articles de la même presse), à l'exclusion de: PRIVAT ACCOUNTING UNTUK ENTREPRENEUR Kami siap datang untuk membantu Anda belajar pembukuan (AccountingFinancial reporting) secara privat. Nom d'utilisateur Mot de passe Se souvenir de moi? Mot de passe oublié? Mot de passe oublié? Mot de passe oublié? JASA LAPORAN KEUANGAN Kami bantu Anda menyusun Laporan Keuangan standar (Laba Rugi, Neraca, Arus Kas) maupun laporan khusus sesuai kebutuhan. Serahkan urusan pembukuan ke kami de Anda bisa lebih fokus mengembangkan bisnis. Hubungi: Santosa (HPWA: 0812 8242 3547 à l'aide d'un ariphsangmail) Mengenai Saya Daftar Artikel Konsultan Pembukuan amp Sistem Pelaporan Keuangan A. Santosa SE Ak. Telp. 0877 8135 3275 Broche BB: 298D9C2E Email: ariphsangmail amp ariphsanyahooAKUNTANSI PERSÉDIAAN Persediaan (Inventaire), merupakan aktiva perusahaan yang menempati posisi yang cukup penting dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan industri (manufaktur), apalagi perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi, hampir 50 dana perusahaan akan tertanam dalam persédée yaitu untuk membeli bahan-bahan bangunan. Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan et atau dikonsumsi dalam membuat barang yang akan dijual. (Siap untuk dijual) est un dictionnaire de la littérature anglaise, qui a été traduit en français par le libanais. Dalam laporan keuangan, persoundan merupakan hal etang sangat penting karena baik laporan RugiLaba maupun Neraca tidak akan dapat dissusun tanpa mengetahui nilai persediaan. Kesalahan dalam penilaian persediaan akan langsung berakibat kesalahan dalam laporan RugiLaba maupun neraca. Dalam perhitungan RugiLaba nilai persediaan (awal amp akhir) mempengaruhi besarnya Harga Pokok Penjualan (HPP). HPP PERSÉDIAAN AWAL PEMBELIAN BERSIH PERSÉDIAAN AKHIR a. Inventaire perusahaan dagang Persédian merupakan barang-barang yang dibeli oleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali dengan tanpa mengubah bentuk dan kualitas barang, atau dapat dikatakan tidak ada proses produksi sejak barang dibeli sampai dijual kembali oleh perusahaan. B. L'inventaire perusahaan l'industrie Pengertian persediaan untuk perusahaan industrie adalah barang-barang atau bahan yang dibeli oleh perusahaan dengan tujuan untuk diproses lebih lanjut menjadi barang jadi atau setengah jadi atau mungkin menjadi bahan baku bagi perusahaan lain, hal ini tergantung dari jenis dan proses usaha utama perusahaan. Misalnya. Perusahaan industri permintaan kapas, bahan bakunya adalah kapas dari pétani atau perkebunan, diolah menjadi bénang, benang merupakan barang jadi baginya. Sedangkan perusahaan industri kain bahan bakunya adalah benang yang diolah menjadi kain sebagai barang jadi, dan perusahaan industri pakaian jadi membutouhkan bahan baku kain dan seterusnya. Dengan gambaran diatas maka persiaanan manuaktur pada umumnya mempunyai tiga jenis persean yaitu: Bahan baku (matériel direct) Barang dalam proses (Travail dans proses) Barang jadi (Produits finis) B. Jenis-jenis persediaan Barang persediaan milik perusahaan yang akan Diolah lagi, melalui, proses, produksi, sehingga, akan, menjadi, barang, setengah, jadi, atau, barang, jadi, sesuai, dengan, kegiatan, perusahaan. Besarnya persediaan bahan baku dipengaruhi oleh perkiraan produksi. B. Barang dalam proses Adalah barang yang masih memerlukan proses produksi untuk menjadi barang jadi, seingga persediaan barang dalam proses sangat dipengaruhi oleh lamanya produksi, yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat baahan baku masuk keprose produksi sampai dengan saat penyelesaian barang jadi. Perputaran persediaan bisa ditingkatkan dengan jalan memperpendek lamanya produksi. Dalam rangka memperpendek waktu produksi salah satu cara adalah dengan menyempurnakan tekhnik-tekhnik rekayasa, sehingga dengan demikien proses pengolahan bisa dipercepat. Cara laian adalah dengan membeli bahan-bahan dan bukan membuatnya sendiri. Adalah barang hasil proses produksi dalam bentuk finale sehingga dapat segera dijual, pada persediaan ini besar kecilnya persediaan barang jadi sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan. Manajer keuangan dapat merangsang peningkatan penjualan dengan cara mengubah persyaratan kredit atau dengan memberikan kredit untuk resiko yang kecil (risque marginal). Tetapi tidak peduli apakah, barang-barang, sepaai, personean, sebagai, piutang dagang, manajer keuangan, harus, tetap, membiayainya. Sebenarnya perusahaan lebih suka menjualnya (dan tercatat sebagai piutang dagang), karena dengan demikian untuk menuju realisasi kas tinggal satu langkah saja. Dan laba potensial dapat menutup tambahan resiko penagihan piutang. Dari uraian tersebut dapat kita artikan bahwa dalam proses akuntansi persone, persediaan memerlukan adanya penilaian (évaluation), karena persediaan merupakan bagian dari coût yang akan dimanche dengan revenu, dan akan menghasilkan revenu de penyajian laporan arus kas. Dengan melihat sifat-sifat dasar persediaan dalam hubungannya dengan kegiatan perusahaan dan tujuan serta konsep dasar akuntansi, maka persediaan merupakan les valeurs d'entrée. Metode tersebut merupakan salah astu konsep penilaian l'inventaire de terhadap yang akan menjadi dasar dalam penyajian di neraca. Penekanan pembahasan tujuan teori akuntansi inventaire de terhadap, adalah menentukan alternative pedoman untuk mengevaluasi prosedur yang dapat memberikan penilaian (pengukuran) yang lebih baik dan memberikan informasi yang lebih baqi tentang arus kas perusahaan dikemudian hari. Beberapa dasar pengukuran inventaire dari segi kadar interprtasi dan réévaluation bagi pengambil keputusan investasi. C. Tujuan penilaian inventaire Pertama adalah dalam upayanya untuk mematch coût terhadap revenu yang berkaitan, sehingga dihasilkan revenu, proses ini merupakan tujuan dasar akuntansi tradisional. Penekanan pada perhitungan revenu net yang didasarkan kepada revenu pada saat penjualan memerlukan adanya alokasi biaya ke peiode dimana revenus dilaporkan yaitu coût des marchandises vendues. L'inventaire de nilai de Sedangkan yang beljung akan dibawa de kei de periode de berkutnya de dalam de dalam et de perruque de keuangan. Jadi dalam proses pengukuran revenu sangat mirip dengan ciri-ciri umum pada penilaian frais prépayés dan aktiva tetap atau disebut penangguhan dépenses, yaitu atas dasar prix d'entrée, kemudian untuk menentukan nilai coût des marchandises vendues dapat juga dilakukan melalui perhitungan (rumus) yang lazim digunakan dalam Persediaan. Namun demikian dalam keadaan tertitu persediaan dinilai berdasarkan valeurs de sortie (harga jual) untuk memperoleh revenu penilaian. Tujuan kedua pengukuran inventaire lainnya adalah untuk menyajikan nilai barang-barang perusahaan didalam komponen neraca (laporan keuangan). Tujuan ketiga pengukuran inventaire adalah membantu investisseur untuk memprediksi arus kas dikemudien hari, yaitu dipandang dari jumlah inventaire sebagai ressources yang akan mendukung arus kas dan jumlah inventaire yang akan dijual kemudien hari dan akan mempengaruhi arus kas keluar. D. Penentuan kuantitas persediaan Untuk menentukan jumlah barang yang masih dikuasai oleh perusahaan pada suatu saat dapat ditentukan melaxui beberapa cara yaitu: Stock opname: perhitungan barang pada awal dan akhir periode yang dihitung, cara ini merupakan ketentuan yang harus dilakukan oleh manajemen untuk menentukan jumlah persediaan Akhir, sebagai salah satu persyaratan memperoleh opinion sans réserve. Menggunakan metode pencatatan perpétuel. Menggunakan metode gabungan antara metode pencatatan perpétuel dengan stock opname. Menggunakan metode penilean berdasarkan hubungan agregatif, yaitu méthode de profit brut dan réalisé méthode d'inventaire. Penyajian laporan laba rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu tout concept inclus de revenu (AICI) dan concept de fonctionnement actuel du revenu (COCI). Dari kedua metode tersebut metode penyajian yang banyak mengandung kelemahan untuk penyajian persédée adalah AICI, kelemahan-kelemahan tersebut dapat kita lihat sbb: a. Méthode stock opname atau méthode périodique: Persediaan yang merupakan komponen coût des marchandises vendues (CGS) maka perhitungan kuantitas persediaan yang dilakukan dengan stock opname tergantung dari kelengkapan datacatatan dan perhitungan barang. Dengan cara ini perhitungan persédée yang dibebankan pada CGS ada kemungkinan exagération, karena hanya membandingkan dan menghitung jumlah barang yang dimiliki dikurangi dengan persediaan akhir. Sehingga kalau terjadi adanya barang yang hilang, rusak, menguap, turun kualitasnya dsb, maka hal ini bila tidak terungkap akan menyebabkan laporan laba rugi tidak atau kurang informatif. Karena adanya kerugian-kerugian yang seharusnya diperlukan sebagai kerugian article extraordinaire, kemudian dengan perhitungan stock nom secara berkala tidaklah cukup sebagai dasar pembuatan képutusan yang bersifat manajerial secara cepat. B. Metode perpétuel Dalam metode perpétuel ini terdapat kélemahan pada saat menentukan nilai dan jumlah barang, karena dengan metode pencatatan yang kontinyu dans berarti saldo persediaan setiap saat dapat diketahui, namun perlu diperhatikan bahwa dengan hanya menghitung jumlah barang bedasarkan catatan akan mengakibatkan nilai persédée exagération, karena adanya Persediaan yang rusak dsb. Oleh karena itu yang lebih tepat dalam menentukan jumlah inventaire adalah kalau menggunakan metode gabungan antara metode perpétuel dengan stock opname. C. Metode agregatif Dalam metode en kesulitannya sama dengan kesulitan yang dialami metode perpétuel, kalau dalam hal pembahasannya adalah masalah penentuan harga persediaan. Dalam metode dans le juga lebih tepat kalau penentuan jumlah dan nilai persediaan dikombinasi dengan stock opname. E. Dasar penilaian persediaan Penilaian persediaan pada prinsipnya ada dua yaitu les valeurs d'entrée que les valeurs de sortie, sedangkan kedua konsep tersebut dapat digunakan sesuai dengan siapa pemakainya dan tujuannya. Kalau untuk pembuatan prediksi arus kas dikemudien hari lebih relevan kalau digunakan valeurs de sortie, karena akan mencerminkan nilai perusahaan pada saat itu. Sedangkan kalau kondisi nilai konversi tidak pasti seperti kondisi di Indonésie tahun 1997 lebih relevan kalau digunakan valeurs d'entrée, karena akan memungkinkan interprtasi yang lebih baik sebagai prediksi arus kas dikemudian hari untuk memperoleh persediaan kembali. une. Valeurs de sortie Seperti yang telah diuraikan diata bahwa persediaan merupakan komponen yang timbul diberbagai tingkatan proses produksi, yang pada umumnya memerlukan kegiatan bernilai ekonomis yang cukup besar, maka dengan metode valeurs d'entrée lebih tepat. Tetapi dalam keadaan penentuan événement crucial, yaitu menentukan pada saat persediaan diserahkan kepada langganan (penentuan nilai jual), maka lebih tepat kalau digunakan valeurs de sortie metode, karena memperhitungkan nilai actuelle persadyan kalau dijual pada saat itu. Untuk konsep les valeurs de sortie ini ada 3 (tiga) konsep yang dapat digunakan yaitu: Konsep Réception d'argent à prix réduit: konsep ini menekankan pada, bahwa persediaan dapat dinilai dengan mendiskontokan arus kas dikemudien hari, dengan syarat: Nilai atau tingkat harga stabil ada kepastian yang tinggi . Le calendrier penerimaan kas yang diharapkan cukup memberikan kepastian. Prix actuel courant: Quantité: Vous devez ajouter au minimum quantités pour acheter ce produit. Disponibilité: En stock Délais de livraison: Envoi après paiement Frais d 'envoi Vous devez être connecté pour pouvoir utiliser toutes les fonctionnalités de ce site. Tidak ada komponen biaya tambahan yang besar (matériel), misalnya biaya bunga atau disque dalam penerimaan hasil penjualan. Valeurs nettes réalisables: dalam konsep ini perhitungan biaya yang timbul dari penjualan seperti diskon penjualan harus diperhitung kan dalam nilai penjualan bersih (Valeurs net réalisables). Maka konsep ini merupakan konsep valeurs de sortie actuelles dikurangi dengan valeurs actuelles dari semua biaya tambahan, misalnya biaya penagihan, biaya penjualan. Sprouse dan Moonitz menyatakan: ..Inventory yang siap jual dengan harga yang yan diketahui dan biaya-biaya penjualan yang relatif kecil atau biayanya dapat diketahui secara langsung, inventaire maka dinilai dengan Valeurs net réalisables, mereka menyatakan bahwa konsep ini bukan merupakan penyimpangan prosedur penilaian yang Lazim melainkan harus dianggap. sejalan dengan tujuan akuntansi yang utama. Bulletin no. 43 menyatakan. Hanya dalam kondisi khususlah, inventaire dapat dinyatakan dengan nilai diatas coût, dalam bulletin ini konsep coût merupakan konsep dasar utama bagi penilaian inventaire. Jadi konsep Sprouse dan Moonitz sesuai dengan konsep prix de vente actuel diatas. Sedangkan konsep bulletin no. 43 disyaratkan: Kemungkinan pemasaran secara langsung harga yang de la citation. Barang dapat dipertukarkan (interchangeabilité de l'unité) Biaya tambahan dapat diperhitungkan Adanya sans kesulitan menentukan penilaian coût secara tepat. B. Valeurs d'entrée Pengukuran persediaan dengan valeurs d'entrée merupakan ressources pengukuran yang dipakai untuk memperoleh persediaan pada kondisi saat ini, seingga untuk persediaan yang tidak perlu adanya proses produksi interprtasi mengenai nilai persediaan (valeurs d'entrée) sangat jelas. Karena valeurs d'entrée disini menggambarkan arus dari pada kas yang telah dikeluarkan sesungguhnya. Sedangkan kalau les valeurs d'entrée tersebut dari nilai ressources yang dipergunakan dalam proses produksi, hal ini akan lebih menyulitkan untuk menentukan entrée valuesnya, karena adanya proses ressources penilaian ke periode yang bersangkutan dan pengalokasian ressources ke dalam masing-masing departemen. Namun konsep ini dapat dikurangi tingkat kesulitan penilaiannya dengan penerapan prosedur alokasi costnya, yang hasilnya akan langsung menjadi modèle de décision d'investissement. Dengan struktur akuntansi tradsional, selisih entrée dan valeurs de sortie merupakan bénéfice brut atau marge brute, sehingga semua metode yang menganut konsep valeurs d'entrée berarti adanya penangguhan revenus pengakuan dan revenu net keperiode kemudian. Pénidée ini dapat dibenarkan apabila masih ada kegiatan-kegiatan perusahaan yang harus dilakukan untuk pelaksanaan pénjualan atau karena sortie tidak vérifiable. Konsep valeurs d 'entrée pada dasarnya dinyatakan dengan coût historique atau dapat juga dengan coût courant atau coût standard. Coût actuel disini menggunakan konsep valeurs nettes réalisables dikurangi dengan marge brute normale dari valeur nette réalisable. COMWIL: merupakan metode penilaian masukan karena marché istilah pada dasarnya adalah konsep valeurs d'entrée. F. KONSEP PERSÉDIAAN a. Coût historique Dalam metode coût historique inédite persediaan diukur berdasarkan pada pembayaran yang dilakukan dimasa lalu atau harus dilakukan dimasan yang akan datang untuk memperoleh barang atau jasa. Oleh karena itu kalau pembayarannya dilakukan dimase yang akan datang harga persediaan harus didiskontokan untuk mendapatkan coût actuel. Menurut konsep ini biaya produksi terdiri dari Biaya langsung: matériel, langage de tenues de BOP, sedangkan avail atau tenaga kerja idle dapat diperhitungkan sebagai COGS, tergantung kebijakan manajemen. Keuntungan konsep ini: Inventaire bahan baku dan barang dagangan mencerminkan harga yang sebenarnya. Dalam kondisi harga tidak pasti konsep ini merupakan alternative yang layak daripada net réalisable valeurs sebagai alat prediksi. Nilai persediaan tidak dipengaruhi oleh bias kebijakan manajemen. Penilaian dengan coût memungkinkan pertanggung jawaban mengenai kas dan sumber lain untuk memperoleh persediaan (preuve croisée). Kelemahan konsep ini: Untouch persediaan barang yang cepat usang dan nilai tamba atas barang tidak dapat disesuaikan harganya. Bila est un groupe de personnes qui ont des enfants et qui ont des enfants. Banyaknya unsur joint cost par metodo alokasi sehingga menyulitkan penilaian persediaan. Assortir les recettes antara dengan coût masa lalu kurang tepat. B. Coût actuel de remplacement Coût de remplacement actuel pour le coût historique, Dengan pertimbangan: CRC memungkinkan untuk correspondance antara courant entrée valeur dengan revenu courant atas hasil fonctionnement courant. CRC memungkinkan identifikasi dari tenant gains dan perte. CRC merupakan valeur actuelle dari persediaan. CRC memungkinkan pelaporan courant opération dapat profit digunakan sebagai prediksi arus kas dikemudian hari. ré. Valeurs nettes réalisables Dikurangi Normale Markup Dalam konsep ini persienne dinilai dengan konsep valeurs réalisables dikurangi dengan marge bénéficiaire brute yang normale, sehingga nilai persediaan merupakan nilai perolehannya menurut konsep réalisable. COMWIL Penilaian dengan konsep comwil sebenarnya tidak konsisten, dan bukanlah penilaian inventaire dengan dasar yang logis menurut teori akuntansi, tetapi lebih menekankan pada unsur conservatisme. Menurut AICPA konsep comwil merupakan metode eclectique yang mencerminkan nilai keluaran dalam hal-hal tertutu dan nilai masukan pada kesempatan yang lain. Le marché pénitentiaire disini bisa coût de remplacement de bisa mana yang lebih rendah, sedangkan menurut AICPA bulletin no. 43 juga, marché bahwa ini dibatasi nilai tertinggi (plafond) dan terendah (plancher) adalah batas untuk net valeurs réalisables, sehingga comwil memungkinkan penilaian yang sangat subyektif. ré. Coût standard Standard actuel mencerminkan biaya produksi dibawah kondisi harga dan teknologi yang sekarang dan formule ditetapkan setelah melalui perhitungan standard efisiensi yang diinginkan sehingga menyerupai coût de remplacement. Menurut AICPA bulletin no. 43. Coût standard dapat diterima apabila di-ajuster secara berkala agar mencerminkan kondisi sekarang sehingga pada tanggal neraca coût standard secara layak merupakan coûts approximatifs berdasarkan salah satu cara penilaian yang diakui. G . BIAYA-BIAYA YANG HARUS DIMASUKAN DALAM PERSÉDIAAN Salah satu masalah paling penting dalam menangani persédée berhubungan dengan berapa jumlah persédée yang harus yang dicatat dalam akun. Pembélien (akuisisi) persediaan, seperti aktiva lain, umumnya di perhitungkan atas dasar biaya. (Coût du produit) adalah biaya yang melekat pada persédée dan di catat dalam akun persediaan. Biaya-biaya dans berhubungan langsung dengan transfert barang kelokasi bisnis pembeli dan pengubahan barang tersebut ke kondisi yang siap di jual. Beban seperti itu mencakup ongkos pengangkutan barang yang di beli, biaya pembélien langsun lainnya, dan biaya tenaga kerja serta produksi lain nya yang dikeluarkan dalam memprose barang ketika dijual. Namun karna adanya kesulitan prak tis dalam mengalokasikan biaya danbeban, maka tidak dimasukkan dalam penilaian persediaan. Beban penjualan (frais de vente) dan, dalam kondisi yang biasa, beban umum serta adminstrasi tidak dianggap berhubungan langsung dengan akuisisi akuisisi akuisisi akuisisi akuisisi akuisisi, karenanya, tidak dianggap sebagai bagian dari persediaan. Biaya semacam itu disebut dengan biaya période secara konseptual, beban dans le merupakan biaya dari produk eperti halnya harga beli awal dan ongkos pengangkutan. Biaya bunga yang berhubungan dengan penyiapanpersediaan agar siap dijual biasanya de bebankan pada saat dikeluarkan. Arguman penting untuk pendekatan ini adala bahwa biaya bunga merupakan biaya pembiayaan. Seperti telah dibahas sebelumnya, sebuah bisnis yang mémbuat barang mengunakan persédée-bahan baku, barang dalam proses, barang jadi. Brang dalam proses dan brang jadis meliputi bahan, tenaga kerja langsung, da biaya overhead manufaktur. Biaya overhead manufaktur meliputi bahan tidak langsung, téna kérja tidak langsung de pos-pos seperti penyusutan. Pajak, asuransi, pemanas, dan listrik yang dibutuhkan dalam proses manufaktur. Secara konseptual, identifikasi khusus atlas pos-pos yang terjual dan pos-pos yang belum terjual optimal, tetap cara ini sering kali tidak haha mhal tetapi juga tidak mungkin untuk di terapkan. Sebagai akibatnya, beberapa Asumsi arus biaya yang bersifat sistematis dapat digunakan. Sebetulnya, arus fisik barang aktual dan asumsi biaya sering kali sangat berbeda. Tidak ada bahwa keharusan asumsi arus biaya yang d pakai terus konsisten dengan pergeraan fisik barang. Tujuan utama dari pemiliahan asumsi arus biaya adalah untuk memilih asumsi yang palais mencerminkan laba periodik, sesuai kondisi yang berlaku. Digunakan dengan cara mengidentifikasi seiap brang yang dijual dan dalam pos persediaan. Biaya barang yang telah terjual dimaukan dalam harga pokok penjualan, sementara biaya barang hsus yang masih berada de tangan dimasukan pada persédien. Metode ini hanya bisa digunakan dalam kondisi yang memungkinkan perusahan mémisahkan pembélien yang berbéda yag telah dilakukan secara fisik. Metod ini dapat diterapkan dengan baik dalam situation yang melibatkan sejumlah kecil article berharga tinggi dan dapat dibedakan. Dalam industrial ritel hal ini meliputi drinka jenis perussian, jas bulu, mobil, dan sejumlah furnitur. Dalam zone manufaktur, meliputi produk pesanan, khusus dan banyak produk yang diproduksi menurut système de coût de l'emploi. Metode biaya rata-rata menghitung harga pos-pos yang terdapat dalam persia atlas dasar biaya rata-rata barang yang sama yang tersedia selama suatu periode. I. Biaya Persédée Manufaktur dan Dampak Peningkatan Produksi Biaya persediaan manufaktur terdiri atas tiga komponen: Bahan baku atau bahan mentah-biaya dari bahan dasar yang digunakan untuk membuat produk. Tenaga kerja biaya tenaga kerja langsung yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produk jadi. Overhead - biaya tidak langsung pada proses manufaktur, seperti penyusutan peralatan manufaktur, gaji pényélie, dan biaya prasarana. Perusahaan dapat mengistiminasi dua komponen pertama secara akurat dari spesifikasi rancangan dan penelitian atas waktu dan pergerakan pada proses perakitan. Les frais généraux sont calculés sur la base de la somme des frais de scolarité et des frais de scolarité. Total des frais généraux du harus dialokasi pada seluruh hasil produksi. Umumnya produk yang terbanyak, menggunakan, sumber, daya (yaitu membutuhkan, mesin, mahal, trbanyak atau, memakai, waktu, rekayasa, tertinggi), harus, diberikan, alokasi, sebagian, besar, dari, frais généraux. Biaya persediaan untuk perusahaan manufaktur unumnya dipelajari pada mata kuliah akuntansi manajemen. Namun analis perlu waspada bahwa alokasi biaya frais généraux bukan merupakan ilmu pasti dan sangat tergantung pada asumsi yang digunakan. Analisis juga perlu mengerti dampak tingkat produksi pda profitabilitas. En tête de la dialokasi pada semua unité de yang diproduksi, dan biaya ini dimasukan pada biaya persediaan, bukan menjadi beban periode berjalan, dan tetap berada pada neraca hingga prsediaan dijual, pada saat tersebut persediaan menjadi harga pokok penjualan pada laporan laba rugi. Jika peningkatan pada tingkat produksi menyebabkan persedian akhir meningkat, lebih banyak biaya overhead yang tertinggal di neraca dan profibilitas meningkat. kemudian, saat kuantitas persediaan menurun, laporan laba rugi terbebani dengan bukan hanya biaya surcroît periode berjalan, tetapi juga biaya surébit période sebelumnya yang berasal dari Persediaan tahun berjalan, karenanya laba menjadi turun. Oleh karna itu, analyser harus waspada terhadap dampak perubahan tinkat produksi terhadap laba yang dilaporkan. J. Biaya Perolehan atau Nilai PasaR prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku atlas nilai persediaan adalah menilainya pada biaya perolehan atau nilai passer, mana yang lebih rendah (plus bas de coût ou marché LOCOM). Penilaian ini dapat mempengaruhi secara signifikan laba berjalan dan nilai persediaan. Aturan LOCOM menyatakan bahwa jika harga passer persediaan turun melebihi biaya perolehan personean aliasan apapun termasuk keusangan, rusak, perubahan harga maka nilai persédéran diturunkan untuk mencerminkan kerugian ini. Penurunan biaya dans secara efektif dibebankan pada pendapatan période saat kerugian terjadi. Karena meningkatkan biaya menjadi harga passer dilarang (kecuali untuk menutupi kerugian hingga kembali kembali kepada biaya perolehan awal), maka penilaian persediaan menjadi konservatif. Nilaiharga passer (marché) dijabarkan sebagai biaya biaya penggantien terkini melalui pembélien atau reproducksi. Meskipun begitu, nilai, passer, tidak, boleh, melebihi, nilai, realisasi, bersih, atau, kurang, dari, nilai, realisasi, bersih, setelah, dikurangi, marge, keuntungan, normal. Batas atas nilai passer, noue nilai realisasi bersih, mencerminkan biaya penyelesaian dan penyerahan yang terkait dengan penjualan barang. Batas bawah mémastikan bahwa jika nilai persédée diturunkan dari biaya maslehan awal menjadi nilai passer, angka penurunan yang terjadi mencakup realisasi laba kotor atas normal penjualan yang dilakukan. Biaya (coût) merupakan biaya perolehan persediaan. Biaya ini dihitung dengan salah satu méta biaya persediaan, misalnya FIFO, atau MOYENNE (rata-rata). Analys persediaan kita harus mempertimbangkan dampak dari aturan LOCOM. Saat harga meningkat, aturan ini cenderung menilai persediaan terlalu rendeh tanpa memperhatikan pilihan metode biaya persediaan. Hal ini akan menekan rasio lancar. Usaha awal toro entreprise untuk menjual alat kebersihan salju (souffleuses) tidak berhasil. Toro berangapan bahwa alat pembersih salim merupakan komplemen (pelengkap) usaha alat pemotong rumputnya, terutama setelah curah salju yang begitu tinggi dari tingkat normal selama beberapa tahun terakhir. Toro bereaksi memproduksi alat pembersi salju seolah-olah saluim merupakan usaha yang berkembang dan andal seperti tumbuhnya rumput. Tahun disaat alat pembersih salju diperkenalkan, musim dinginnya menghasilkan salju yang lebih sedikit de biasanya, sehingga baik toro maupun penyalurnya memiliki persediaan barang berlebih. Keuangan beberapa pényalur bahkan sangat tertekan hingga mérite tidak mampu mendanai persédée alat pemotong rumput untuk musim depan. Tingkat pengembalian barang regina société akhir-akhir ini sangat tinggi karna ritahnya kualitas barang. Petunjuk analite awal masalah ini terlihat dari adanya kenaikan hanpir dua kali lipat pada persédée barang jadi dan piutang saat peningkatan penjualan melebihi yang diharapkan. Namun banyak investisseur, kreditor, dan pihak-pihak lain yang terkejut saat berita msalah ini tersebar luas. K. Harga Pokok Penjualan Tujuan pokok akuntansi persédée adalah menetapkan secara layak hasha usaha selama satu periode dengan mengaitkan pendapatan terhadap biaya untuk memperoleh dan mempertahankan penghasilan tersebut. Dalam akuntansi persédéran harus ditentukan apakah suatu persédéran merupakan beban atau merupakan aktiva. Jika persediaan telah terjual maka persediaan tersebut akan dilaporkan sebagai beban atau merupakan komponen dari harga pokok penjualan, sebaliknya jika persediaan tersebut masih merupakan milik perusahaan (belum terjual) maka akan dilaporkan sebagai aktiva lancar Menurut PSAK no 14, jika barang dalam persediaan di jual, maka Nilai tercatat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban pada période diakuinya pendapatan atlas penjualan tersebut. Proses pengakuan nilai tercatat persediaan yang telah dijual sebagai beban menghasilkan pengaitan (correspondant) beban dengan pendapatan. Oleh karena itu dalam menentukan, besarnya, laba, harus, dihitung, terlebih, dahulu, besarnya, harga, pokok, penjualan. Persediaan yang dibeli atau ibuat selama suatu période ditambahkan persédée awal dan jumlah biaya persédée ini disebut dengan harga pokok barang tersedia untuk dijual. Pada akhir periode akuntansi, jumlah biaya yang tersedia dijual dialokasikan antara persediaan yang masih tersisa (dicatat di neraca sebagai aktiva) dan persediaan yang dijual selama periode (dilaporkan dalam laba rugi sebagai biaya, harga pokok penjualan). Secara ringkas dapat kita ilustrasikan PENJUALAN barang dagangan XXX Pseudonyme: Persediaan 1 Jan 2003 XXX (Retur pembelian) (XXX) a. PENILAIAN PERSEDIAAN DENGAN SISTEM FISIK ( PEREODIK) Untuk menentukan nilai persediaan barang pada akhir periode menurut system pisik adalah sebagai berikut : 1. Metode Tanda Pengenal Khusus 2. Metode RataRata 3. Metode MPKP ( FIFO ) 4. Metode MTKP ( LIFO ) 5. Metode Persediaan Dasar. 1. Metode Tanda Pengenal Khusus Dalam metode tanda pengenal khusus ( specific identification ) setiap barang yang dibeli atau yang masuk diberi kode tanda pengenal yang menunjukkan harga per satuan sesuai faktur yang diterima. Pada metode ini sudah jelas harga per satuannya Dengan demikian untuk mengetahui jumlah atau nilai persediaan pada akhir periode tinggal mengalikan jumlah barang yang masih ada dengan harga yang tercantum dalam etiket barang tersebut. une. Metode RataRata Sederhana Dalam metode ini harga barang ditentukan dengan cara membagi jumlah harga beli per satuan setiap transaksi pembelian dan persediaan awal dengan frekwensi pembelian dan persediaan awal periode. B. Metode Rata-Rata Tertimbang Dalam metode ini harga barang ditentukan dengan cara membagi jumlah harga barang yang tersedia untuk dijual yakni jumlah persediaan awal ditambah jumlah pembelian dengan kuantitas barang tersebut Dalam metode ini, barang yang lebih dulu masuk diaggap lebih dulu keluar atau dijual sehingga nilai persediaan akhir terdiri atas persediaan barang yang dibeli atau yang masuk belakangan. Jadi harga pokok barang yang keluar (dijual) dihitung berdasarkan harga barang yang dibeli lebih dahulu, sesuai dengan jumlah pembeliannya. Atau dengan kata lain nilai persediaan akhir barang didasarkan pada harga barang yang dibeli terakhir, sesuai dengan jumlah unitnya. Dalam metode ini, barang yang terakhir masuk diaggap lebih dulu keluar atau dijual sehingga nilai persediaan akhir terdiri atas persediaan barang yang dibeli atau yang masuk lebih awal. Sehingga harga pokok barang yang terjual dihitung berdasarkan pada harga barang yang dibeli terakhir sesuai dengan jumlah unitnya, atau nilai persediaan barnag didasarkan pada harga barang yang dibeli pada awal, sesuai dengan jumlah unitnya. 5. Metode Persediaan Dasar ( Basic Stock ) Disebut juga sebagai persediaan besi yakni persediaan minimum yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk menjaga likuiditas perusahaannya. Dalam metode Ini keterlambatan masuknya barang yang disebabkan adanya kemacetan atau sebabsebab lain tidak mengganggu persediaan sehingga perusahaan masih dapat melayani pelanggan atau pembeli. Dalam metode ini persediaan akhir dihitung berdasarkan harga pokok yang ditetapkan. Adapun selisih antara persediaan barang yang ada dengan persediaan dasar dinilai dengan harga menurut metode yang dikehendaki ( Metode ratarata, MPKP, MTKP, harga pasar dll ). B. PENILAIAN PERSEDIAAN DENGAN SISTEM PERPETUAL Dalam sistem perpetual setiap terjadi mutasi persediaan dicatat dalam akun persediaan. Metode penilaian persediaan digunakan pada saat terjadi transaksi penjualan, dengan membuat Kartu Persediaan Barang secara lengkap yang memuat kuantitas, harga satuan, jumlah harga baik untuk lajur masuk, keluar, maupun sisa. Kartu persediaan tersebut sebagai buku pembantu untuk tiap macam barang digunakan atau yang dijual. Sehingga apabila perusahaan memiliki 15 jenis barang, maka harus membuat Kartu Persediaan barang sebanyak 15. Format Kartu Persediaan adalah sebagai berikut : KARTU PERSEDIAAN (STOCK CARD) Metode penilaian persediaan dalam pencatatan secara perpetual sebagai berikut : 1. Metode RataRata bergerak ( Moving Average ) Dalam metode ini, harga beli ratarata dihitung setiap terjadi transaksi pembelian. Harga pokok penjualan per satuan didasarkan pada harga ratarata pada saat terjadi transaksi penjualan. Metode ini beranggapan barang yang ada paling awal dianggap dijual paling awal juga. Perbedaanya adalah dalam metode perpetual perhitungan harga pokok dilakukan pada saat terjadi penjualan. Pada metode ini barang yang terakhir dibeli dianggap dijual lebih dahulu. Harga pokok dihitung pada saat terjadi penjualan c. PENILAIAN PERSEDIAAN DENGAN METODE TAKSIRAN Penetapan harga pokok persediaan dengan metode cost mengharuskan perusahaan untuk mengadakan perhitungan secara pisik atas persediaan, umumnya memerlukan waktu lama dan biaya yang besar. Pada perusahaan tertentu seperti Toserba atau swalayan, metode cost dirasa kurang praktis atau tidak efisien. Untuk itu diperlukan metode lain, yakni metode Taksiran, khususnya dalam penilaian persediaan pada laporan intern. Dalam metode ini dapat digunakan dua cara yakni : a. Metode Eceran b. Metode Laba kotor. Metode ini banyak digunakan pada perusahaanperusahaan besar seperti toserba atau swalayan yang memperdagangkan puluhan bahkan ratusan jenis barang. Dalam hal ini setiap jenis barang yang ada dilekati label harga jual eceraannya sehingga pelayan toko lebih tahu harga jual eceran dari pada harga pokoknya dan lebih mudah baginya membuat laporan atas barang yang masih ada berdasarkan harga eceran tersebut . Prosedur penilaian persediaan : Atas persediaan awal. selain diketahui harga pokoknya, juga diketahui harga jual ecerannya Setiap terjadi transaksi pembelian harus diketahui jumlah harga jualnya Dihitung barang tersedia untuk dijual menurut harga beli dan menurut harga jual. Dihitung prosentase harga pokok terhadap harga jual dengan rumus : Harga Pokok Persediaan Barang Tersedia dijual Harga jual barang tersedia dijual Prosentase harga pokok dengan harga jual tersebut digunakan untuk menaksir harga pokok persediaan yang ada pada kahir akhir suatu periode. Metode Laba Kotor ( Gross Profit Method ) Dalam metode ini konsep yang digunakan adalah konsep hubungan antara harga pokok dan harga jual. Besarnya prosentase laba kotor umumnya didasarkan prosentase laba-laba tahun lalu. Metode laba kotor dapat bermanfaat dalam kondisi berikut ini : a) Perusahaan memerlukan laporan persediaan untuk keperluan intern bila perusahaan menggunakan sistem periodik. Atau untuk melihat persedian bulanan, sedang biaya stock opname sangat mahal. b) Persediaan rusak atau musnah akibat kebakaran, pencurian, bencana alam dll. c) Untuk menguji keabsahan angka persediaan yang dihitung dengan cara lain. Dalam metode laba kotor besarnya prosentase laba kotor dapat dihitung dengan Prosentase laba kotor dari harga jual Prosentase laba kotor dari harga pokok. Prosentase laba kotor dihitung dari harga Jual Dalam metode ini harga jual adalah 100, sedangkan Harga pokok barang yang dijual adalah 100 dikurangi laba kotor, atau persen laba kurang dari 100. Cara menentukan nilai persediaan akhir adalah sebagai berikut : Dihitung lebih dahulu jumlah barang tersedia untuk dijual dengan jalan menambahkan persediaan barang daganga awal tahun ditambah pembelian bersih tahun berjalan. Dihitung harga pokok barang yang dijual dengan cara jumlah penjualan dikurangi persentase dikali jumlah penjualan. Dihitung nilai persediaan akhir barang dagangan, yakni barang tersedia untuk dijualdikurang harga pokok barang yang sudah dijual. Persentase laba kotor dihitung dari harga Pokok. Bila persentase laba kotor ditentukan dari harga pokok. besarnya harga jual adalah harga pokok ( 100 ) ditambah prosentase laba. Jadi harga jual lebih dari seratus persen atau disebut persen laba diatas seratus. Persediaan ( inventory ), adalah meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu, dengan tujuan untuk dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal perusahaan. Aktiva lain yang dimiliki perusahaan, tetapi tidak untuk dijual atau dikonsumsi tidak termasuk dalam klasifikasi persediaan. Persediaan merupakan aktiva perusahaan yang menempati posisi yang cukup penting dalam suatu perusahaan. Dengan gambaran tersebut maka persediaan untuk perusahaan-perusahaan manufaktur pada umumnya mempunyai tiga jenis persediaan yaitu: 1. Bahan baku ( direct material ) 2. Barang dalam proses ( work in proses ) 3. Barang jadi ( finished goods ). Metode yang dapat digunakan dalam hubungannya dengan pencatatan persediaan ada dua, yaitu: 1. Metode Stock Opname atau Metode Periodik (Fisik) 2. Metode Perpetual. Masalah kepemilikan barang dalam perjalanan ( Goods in transit ) sangat tergantung dari perjanjian yang disepakati oleh penjual dan pembeli. 2 syarat tersebut adalah (1) Fob Shipping Point dan (2) Fob Destination. Tidak semua barang yang berada di gudangtoko bisa diakui menjadi milik perusahaan, misalnya barang titipan (barang konsinyasi) dari pihak lain dengan tujuan akan dijual untuk dan atas nama pihak lain tersebut dengan mendapatkan sejumlah komisi ( consignment in ) tidak dapat diakui sebagai milik perusahaan. Sebaliknya untuk barang yang sifatnya consigment out . yang sampai dengan tanggal neraca belum terjual harus dicantumkan di Neraca. Sistem pencatatan (administrasi) persediaan ada dua, yang pertama sistem fisikperiodik ( periodic inventory system ), berdasarkan sistem ini persediaan ditentukan dengan melakukan menghitung fisik terhadap persediaan. Kieso, Donald E, dkk. Akuntansi Intermediate.2007. Jakarta: Erlangga Hamizar, Nuh Muhammad. Akuntansi intermediate .2008.Jakarta: CV Fajar
No comments:
Post a Comment